Ged a Widget

Selasa, 04 Desember 2012

Mentoring Smada dan Simbolisasi Pendidikan Karakter

sedikit catatan yang belum lolos di Mipa Untuk Negeri UI 2012

Mentoring Smada dan Simbolisasi Pendidikan Karakter
 (Kajian Kritis Ekstrakurikuler Mentoring terhadap Eksistensi Pendidikan  Berbasis Karakter di SMA Negeri 2 Yogyakarta)
Janu Muhammad ; Miftahudin Nur Ihsan
Universitas Negeri Yogyakarta

Abstrak: SMA Negeri 2 Yogyakarta (Smada) yang merupakan salah satu Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional di Indonesia mempunyai komitmen untuk mengembangkan bakat dan kepribadian siswa. Salah satu tantangan yang kini dihadapi sekolah ini adalah adanya krisis karakter siswa yang bermuara pada tindak pelanggaran dan kriminalitas. Hal ini perlu diwaspadai, mengingat pada zaman sekarang semakin marak pelanggaran dan berakhir dengan adanya tawuran pelajar. Beberapa upaya preventif dan represif telah dilakukan oleh SMA Negeri 2 Yogyakarta. Salah satu usaha preventifnya adalah dengan mengadakan ekstrakurikuler mentoring. Penulis mencoba menganalisis secara kritis pengaruh Mentoring Smada terhadap simbolisasi pendidikan karakter. Tujuan khusus dari penulisan karya tulis ini adalah untuk mengetahui dan menjelaskan faktor pembentuk identitas Mentoring SMA Negeri 2 Yogyakarta (Smada) sebagai simbolisasi pendidikan karakter. Sedangkan tujuan umumnya adalah untuk mengetahui pengaruh mentoring terhadap eksistensi pendidikan berbasis karakter dan aspek-aspek kehidupan di lingkungan SMA Negeri 2 Yogyakarta. Penelitian ini telah berlangsung mulai tanggal 1 April-20 Mei 2012 dengan objek penelitian adalah sebuah kegiatan mentoring di SMA Negeri 2 Yogyakarta. Dalam penelitian dan penulisan karya tulis ini digunakan metode deskriptif  kualitatif. Gagasan tulisan dikembangkan dengan sumber pustaka, data observasi, dan data hasil wawancara mendalam kemudian dilakukan analisis serta sintetis untuk mendapatkan data akhir penyusunan karya tulis. Mentoring agama Islam adalah kegiatan pendidikan dan pembinaan agama Islam dalam bentuk kelompok kecil yang diselenggarakan rutin setiap hari Jumat setelah pulang sekolah. Pelaksana kegiatan ini adalah seorang pemandu (mentor) dan 8-10 peserta (mentee). Melalui kegiatan Mentoring Smada, siswa muslim kelas X diajarkan karakter mulia, seperti akhlak, budi pekerti, tata karma pergaulan, dan lain sebagainya. Identitas mentoring Smada yang disandang selama ini terbentuk berdasarkan kesamaan  pada warga Smada yang berupa kemauan untuk menanamkan pendidikan karakter siswa. Identitas mentoring dengan usia 18 tahun dan pertama di Kota Yogyakarta yang melekat di SMA Negeri 2 Yogyakarta ini merupakan wujud eksistensi dari proyek identitas (project identity) pembentukan mental siswa. Pengaruh identitas ekstrakurikuler Mentoring Smada tidak hanya berpengaruh terhadap eksistensi pendidikan berbasis karakter, tetapi juga membawa dampak pada pengembangan potensi siswa, serta sinergitas antara character building for student dan character education yang sedang menjadi isu hangat pendidikan akhir-akhir ini.
Kata Kunci: Mentoring Smada, Simbolisasi Identitas, Pendidikan Karakter. 




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar