Ged a Widget

Jumat, 14 Desember 2012

DEFINISI GEOGRAFI INDUSTRI

Geografi yang mempunyai studi ilmu alam dan juga ilmu sosial mempunyai banyak cabang, salah satunya adalah geografi industri (industrial geography). Selanjutnya, Daldjoeni (1992: 14) berpendapat bahwa geografi dalam tradisinya yang kuno bergiat dalam penemuan dan perubahan kawasan-kawasan baru di permukaan bumi, lalu hasilnya berupa aneka catatan yang akurat tentang itu serta deskripsi mengenai persebaran berbagai gejala dan hakikat tempat-tempat. Dalam geografi, industri dikaji secara mendalam melalui perspektif geografi yang ada, dengan mencakup berbagai pendekatan dalam geografi.
Istilah industri sering diidentikkan dengan semua kegiatan ekonomi manusia yang mengolah barang mentah atau bahan baku menjadi barang setengah jadi atau barang jadi. Dari definisi tersebut, istilah industri sering disebut sebagai kegiatan manufaktur (manufacturing).Padahal, pengertian industri sangatlah luas, yaitu menyangkut semua kegiatan manusia dalam bidang ekonomi yang sifatnya produktif dan komersial.
Karena merupakan kegiatan ekonomi yang luas maka jumlah dan macam industri berbeda-beda untuk tiap negara atau daerah. Pada umumnya, makin maju tingkat perkembangan perindustrian di suatu negara atau daerah, makin banyak jumlah dan macam industri, dan makin kompleks pula sifat kegiatan dan usaha tersebut. Cara penggolongan atau pengklasifikasian industri pun berbeda-beda. Tetapi pada dasarnya, pengklasifikasian industri didasarkan pada kriteria yaitu berdasarkan bahan baku, tenaga kerja, pangsa pasar, modal, atau jenis teknologi yang digunakan. Selain faktor-faktor tersebut, perkembangan dan pertumbuhan ekonomi suatu negara juga turut menentukan keanekaragaman industri negara tersebut, semakin besar dan kompleks kebutuhan masyarakat yang harus dipenuhi, maka semakin beranekaragam jenis industrinya.


Menurut Sandy (1972: 11) definisi geografi yang baik harus memenuhi kaidah-kaidah: (a) syarat definisi, (b) dapata mencakup semua cabang geografi yang ada. Sedangkan menurut Ginsburg (1988: 615) definisi geografi perlu memperhatikan adanya unsur-unsur penduduk,  tempat, pola, dan proses. Beberapa definisi geografi telah disampaikan oleh banyak pakar geografi yang dapat dicermati dan digunakan untuk mengetahui sesensi substansi geografi. Berikut adalah beberapa definisi geografi.
1.      “Geography...a science concerned with rational Development, and testing, of theories that explain and predict the spatial distribution and location of various characteristics on the surface  of the earth” (Yeates, dalam Hagget, 1979: 601).
2.      “Geography is a chorographic science, that is, one that is concerned with the nature of different Place, of the way phenomena interact in Beach place to create areal differentiation” (Hartshorne, dalam Chisholm, 1975: 46).
3.      “Geography is the study of location and arangements of phenomena an the surface of the earth and the processes that generate these distribution” (Fielding, 1974: 5).
4.      Geografi merupakan disiplin ilmu yang menganalisis variasi keruangan dalam artian kawasan-kawasan (region) dan hubungan antara variabel-variabel keruangan (Suharyono, dalam Alexander, 1994: 12).
Selanjutnya, Widoyo (2001: 81)  berpendapat bahwa geografi adalah ilmu yang menggunakan pendekatan holistik melalui kajian keruangan, kewilayahan, ekologi, dan sistem, serta historis untuk mendeskripsikan dan menganalisis struktur pola, fungsi, dan proses interrelasi, interaksi, interdependensi, dan hubungan timbal balik dari serangkaian gejala, penampakan, atau kejadian dari kehidupan manusia (penduduk), kegiatannya atay budi dayanya dengan keadaan lingkungannya di permukaan bumi, sehingga dari kajian tersebut dapat dijelaskan dan diketahui lokasi atau penyebaran, adanya persamaan dan perbedaan wilayah dalam hal potensi, masalah, informasi geografi lainnya serta dapat meramalkan informasi baru atas gejala geografi yang akan datang yang selanjutnya dimanfaatkan untuk kesejahteraan manusia.

Ruang lingkup kajian studi geografi adalah menjawab pertanyaan : apa (what) dalam arti struktur pola, fungsi, dan proses gejala, penampakan atau kejadian di permukaan bumi; di mana (where) dalam arti situs (site). Letak (lokasi) atau penyebaran (spatial distribution) di permukaan bumi; berapa panjang (how long) sebuah sungai, jalan, berapa lebar (how wide), dan berapa tinggi (how high); mengapa (why) dalam arti korologi/keruangan dan penjelasan/deskripsi latar belakang dan pola hubungan sebab akibat (causal) atau interrelasi dan interaksi serangkaian gejala/kejadian atau motivasi manusia; bagaimana (how) dalam arti penjelasan suatu struktur pola, fungsi, dan proses gejala/kejadian atau solusi terhadap suatu masalah yang berwujud rumusan saran kebijakan; kapan (when) dalam arti waktu lampau (informasi), sekarang dan yang akan datang (peramalan/forecasting atau perencanaan); siapa (who) dalam arti sebagai objek penelitian atau pelaku (subject) suatu kejadian dan sekaligus sebagai subjek yang bertanggung jawab dalam bentuk kelompok manusia, tidak sebagai individu (terutama dalam bahasan geografi manusia, khususnya geografi politik), kecuali behavioral geography.
Di dalam ilmu geografi terdapat adanya kajian geografi. “Kajian adalah suatu bahasan yang mendalam mengenai sesuatu hal atau suatu bidang ilmu tertentu berdasarkan pendekatan tertentu. Kajian geografi adalah suatu bahasan yang mendalam mengenai ilmu geografi berdasarkan pendekatan tertentu. Kajian tersebut dapat berupa kajian keruangan, kajian ekologi dan sistem, kajian kompleks wilayah, dan kajian kesejarahan” (Widoyo, 2001: 70).
Geografi yang mempunyai studi ilmu alam dan juga ilmu sosial mempunyai banyak cabang, salah satunya adalah geografi industri (industrial geography). Selanjutnya, Daldjoeni (1992: 14) berpendapat bahwa geografi dalam tradisinya yang kuno bergiat dalam penemuan dan perubahan kawasan-kawasan baru di permukaan bumi, lalu hasilnya berupa aneka catatan yang akurat tentang itu serta deskripsi mengenai persebaran berbagai gejala dan hakikat tempat-tempat. Dalam geografi, industri dikaji secara mendalam melalui perspektif geografi yang ada, dengan mencakup berbagai pendekatan dalam geografi. 
Istilah industri sering diidentikkan dengan semua kegiatan ekonomi manusia yang mengolah barang mentah atau bahan baku menjadi barang setengah jadi atau barang jadi. Dari definisi tersebut, istilah industri sering disebut sebagai kegiatan manufaktur (manufacturing).Padahal, pengertian industri sangatlah luas, yaitu menyangkut semua kegiatan manusia dalam bidang ekonomi yang sifatnya produktif dan komersial. Karena merupakan kegiatan ekonomi yang luas maka jumlah dan macam industri berbeda-beda untuk tiap negara atau daerah. Pada umumnya, makin maju tingkat perkembangan perindustrian di suatu negara atau daerah, makin banyak jumlah dan macam industri, dan makin kompleks pula sifat kegiatan dan usaha tersebut. Cara penggolongan atau pengklasifikasian industri pun berbeda-beda. Tetapi pada dasarnya, pengklasifikasian industri didasarkan pada kriteria yaitu berdasarkan bahan baku, tenaga kerja, pangsa pasar, modal, atau jenis teknologi yang digunakan. Selain faktor-faktor tersebut, perkembangan dan pertumbuhan ekonomi suatu negara juga turut menentukan keanekaragaman industri negara tersebut, semakin besar dan kompleks kebutuhan masyarakat yang harus dipenuhi, maka semakin beranekaragam jenis industrinya.

Makalah geografi industri 2012
Alfandi, Widoyo. 2001. Epistemologi Geografi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Daldjoeni. 1992. Geografi Baru. Bandung: Penerbit Alumni.
Fellmann, dkk. 2007. Human Geography. New York: Mc Graw Hill.
 

2 komentar: