Ged a Widget

Kamis, 20 September 2012

Pesatnya Perkembangan Pabrik di Kecamatan Sleman

Oleh : Janu Muhammad
Mahasiswa Pendidikan Geografi UNY
NIM 11405241002           
Tugas Geografi Budaya SP 2012

Sleman adalah sebuah kecamatan dan ibukota kabupaten di Kabupaten Sleman, provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia. Secara administrates, Kecamatan Sleman adalah satu dari 17 kecamatan di Kabupaten Sleman. Wilayah ini terletak di jantung Kabupaten Sleman atau tepatnya di pusat pemerintahan daerah Sleman. Secara geografis, Kecamatan Sleman terletak di sebelah selatan Kecamatan Turi, di sebelah timur Kecamatan Tempel, di sebelah utara kecamatan Seyegan, dan di sebelah utara Kecamatan Mlati. Wilayah kecamatan ini membentang sepanjang jalan Magelang arah Yogyakarta-Magelang.

Kecamatan Sleman sendiri terdiri dari lima desa atau kelurahan. Kelima desa tersebut meliputi : Desa Caturharjo, Pandowoharjo, Tridadi, Triharjo, dan Trimulyo. Kelima daerah ini masing-masing mempunyai sumber daya alam tersendiri yang semain menambah kekayaan alam Kecamatan Sleman. Secara umum, bentang alam yang hampir terdapat di seluruh wilayah dengan camat Drs. Suyudi, MM ini adalah daerah dataran rendah yang terletak di lembah Gunung Merapi. Caturharjo yang berada di wilayah ujung barat merupakan desa dengan berbagai potensi pertanian, perikanan, industri rumah tangga, dan pabrik. Pandowoharjo yang begitu potensial untuk lahan bisnis adalah daerah tujuan wisata alam dengan segudang panorama dan kekayaan alamnya, seperti adanya bududaya jamur, desa wisata, pertanian, pabrik, dan lain-lain. Tridadi yang berada di pusat pemerintahan Sleman adalah daerah maju dengan tingkat perekonomian pesat, seperti adanya Pasar Sleman dan berbagai pusat perdagangan lainnya. Triharjo yang terletak di tengah-tengah Kecamatan Sleman merupakan wilayah administratif dengan kekayaan berupa adanya industi tekstil, perumahan, bisnis, dan sector lain sebagainya. Sedangkan Trimulyo, adalah daerah yang juga sangat potensial untuk pengembangan potensi Sleman.

Seiring perkembangan waktu, Kecamatan Sleman yang notabene adalah ibukota Kabupaten Sleman berkembang pesat dengan adanya industry dan pabrik yang berdiri di wilayah ini. Contohnya adalah pabrik tekstil PT.Primissima, GKBI, Delta Nusantara yang semuanya terdapat di desa Caturharjo. Kemudian disusul dengan PT.GE Light Indonesia yang terletak di Jl.Magelang Tridadi Sleman yang juga bergerak dalam bidang tekstil. Selain tekstil, Kecamatan Sleman juga kaya akan pabrik kayu dan meubel. Tidak hanya itu, juga terdapat pabrik plastik yang baru saja merintis di daerah dusun Ngemplak Caturharjo Sleman. Inilah sekilas fakta banyaknya pabrik yang kini menjamur di Kecamatan Sleman.

Fenomena ini sebenarnya bisa kita analisis mendalam melalui pendekatan geografis dan kaitannya denga tujuh unsur kebudayaan. Sebagaimana kita ketahui, bahwa tujuh unsur kebudayaan antara lain : bahasa, sistem teknologi, mata pencaharian, organisasi sosial, pengetahuan, sistem kepercayaan, dan kesenian. Sedangkan, beberapa factor geografis yang mungkin berkaitan dengan banyaknya pabrik di Kecamatan Sleman antara lain : hidrologi, morfologi, pedologi, klimatologi, astronomi, demografis, gunung, dan lain-lain.

Dari aspek hidrologi misalnya, adanya pengairan dan irigasi yang cukup di wilayah Kecamatan Sleman sangat berguna bagi kesuburan sawah-sawah, sehingga banyak pabrik pengolah bahan baku kayu, makanan, maupun olahan minuman berkembang di sini. Selain itu, adanya air mencirikan bahwa daerah ini merupakan pedesaan dengan kultur bahasa Jawa, mata pencaharian petani maupun karyawan pabrik, dan berkembangnya pola pemukiman masyarakat yang cenderung mengikuti keberadaan sumber-sumber mata air.

Dari aspek bentang lahan atau morfologi, Kecamatan Sleman bukanlah daerah gersang atau karst, tetapi merupakan daerah dataran rendah dengan fenomena alam berupa lahan pertanian. Kondisi pada saat ini adalah banyaknya lahan pertanian yang pada akhirnya digunakan sebagai tempat pendirian pabrik maupun usaha lainnya. Kondisi demikian jauh berbeda dengan 10 tahu lalu yang masih asri dan kaya akan lahan pertanian. Tentu hal ini mempengaruhi kondisi budaya masyarakat yang dulunya bertani, namun sekarang banyak yang beralih menjadi pekerja pabrik, seperti yang dialami para pemuda Kecamatan Sleman. Dari segi demografis, adanya pabrik di Kecamatan Sleman turut menyumbang penghasilan daerah dan juga menyerap tenaga kerja yang memang sebagian masyarakatnya tidak taman SMA.



Aspek kebudayaan yang perlu diperhatikan adalah berkembangnya pengetahuan masyarakat Sleman untuk menggunakan teknologi yang ada, mata pencaharian yang semulanya mayoritas petani tetapi kini bercabang sebagai karyawan pabrik dan budaya masyarakat Kecamatan Sleman yang cenderung bekerja keras dalam bekerja, gigih, saling ‘handarbeni’, saling guyub rukun, dan mau maju dengan pesatnya industry dan pabrik yang ada di daerah ini.

A.    Pengaruh
  1. Langsung :
    1. Adanya kecenderungan dan berubahnya mata pencaharian masyarakat yang dulu mayoritas bertani, namun sekarang juga menjadi pekerja pabrik.
    2. Adanya lahan yang subur menyebabkan pola persebaran pabrik yang merata di setiap desa di Kecamatan Sleman.
    3. Tidak Langsung :
      1. Adanya pabrik di Kecamatan Sleman secara tidak langsung turut mengembangkan pengetahuan masyarakat untuk belajar menggunakan teknologi.
      2. Adanya pabrik juga semakin menguatkan sistem bahasa yang berkembang di masyarakat yaitu lestarinya Bahasa Jawa ‘ngoko’ maupun ‘krama alus’ di setiap kegiatan di pabrik.
      3.  
KESIMPULAN :

Dengan berkembangnya beberapa macam pabrik di kawasa Kecamatan Sleman merupakan pengaruh bentang lahan yang subur dan ideal untuk tumbuhnya industry dan pabrik. Pengaruh secara langsung maupun tidak langsung dari factor-faktor geografis tersebut berdampak pada berkembangnya sistem teknologi, pengetahuan, mata pencaharian, maupun kondisi masyarakat yang berjalan menuju modernitas budaya, meskipun kaidah hokum masyarakat tradisional masih lestari di kecamatan ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar