Ged a Widget

Jumat, 28 September 2018

Menduniakan Batik: Dari Indonesia ke Empat Benua

Menduniakan Batik di Benua Amerika
Batik sudah dikenal oleh masyarakat luas sebagai salah satu karya seni Indonesia. Apalagi sejak tahun 2009, UNESCO telah mengakui batik sebagai warisan budaya dunia. Sebagai orang Indonesia, tentu kita patut bersyukur dan bangga dengan ikon yang satu ini. Yang dulu orang masih sungkan memakai batik karena terkesan kuno, namun kini kita tidak ragu untuk mengenakannya sehari-hari, mulai dari saat kuliah, ketemu sahabat, sampai di acara formal. Ya, batik telah diterima semua kalangan dan mendapatkan tempat khusus di masyarakat tanah air.  


Di depan United States Capitol, Parlemennya Amerika Serikat

Saya sendiri sudah sejak Sekolah Dasar mengenakan Batik Indonesia. Saat itu polanya khas dan unik karena dipakai untuk seragam sekolah. Ketika di SMA N 2 Yogyakarta pun kami mengenakan batik tiap hari Jumat. Di Jogja sendiri, batik telah membudaya dan menjadi kekhasan kota pelajar. Di kota lain seperti Cirebon, orang-orang jika ingin menikmati Wisata Cirebon biasanya membeli Batik Cirebon, salah satunya di BT Batik Trusmi. Selain komplit, BTAlwaysBatik selalu menyediakan produk-produk berkualitas. Tidak heran jika corak batik dari berbagai daerah kian beragam. Saking cintanya pada batik, saya mempunyai misi untuk menduniakan batik sebagai Pesona Indonesia di mancanegara. Pada tahun 2013 saat saya pertama kali ke Benua Eropa, saya mulai mengenalkan pakaian khas ini ke teman-teman saya dari belasan negara. Ya, memori di Belanda saat bertemu dosen geografi itu ternyata tersambung kembali di Indonesia tahun 2014. Sebagai oleh-olehnya, kami hadiahkan baju batik untuknya. Seperti terlihat di gambar ini: 
Oleh-oleh batik untuk dosen dari Belanda

Tahun 2014 akhir, saya berkesempatan mengikuti pertukaran pemuda di Australia selama beberapa minggu. Mereka takjub ketika melihat saya mengenakan pakaian adat dan batik! Secara perlahan saya jelaskan bahwa batik berasal dari Indonesia. Batik biasanya dikenakan sehari-hari untuk semua kalangan.
Saat di Australia

Bersambung kembali, pengalaman saya ketika di Amerika Serikat tahun 2016 juga sebagai media mempromosikan batik di luar negeri. Saat itu tidak hanya native saja yang penasaran batik warna kuning yang saya kenakan, teman-teman dari 10 negara ASEAN pun bertanya-tanya. Andaikan saya bawakan mereka produk BT Batik Trusmi (
http://btbatiktrusmi.com/) pasti banyak yang suka! Pengalaman saat foto di depan tulisan Arizona State University bersama bendera merah putih dan pakaian batik ini menjadi momen yang tidak terlupakan. Ditambah lagi, saat saya sedang bermain peran bersama rekan-rekan se-ASEAN dan dosen dari Bangladesh, mereka mengira saya akan pentas budaya karena memakai batik. 

 
Mengenakan Batik di Amerika Serikat

Tahun 2016 sampai 2017 saya menjalani studi master di Birmingham, Inggris. Di sana, kami dari Perhimpunan Pelajar dan Masyarakat Indonesia di Birmingham (PPI-MIB) sering mengadakan kegiatan akhir pekan, biasanya semua pakai batik. Apalagi saat Hari Batik 2016, semua berjejer di depan gedung utama kampus University of Birmingham seraya berfoto bersama dengan bendera merah putih. Batik Indonesia telah merekatkan persatuan kami di tanah rantauan. Variasi coraknya menjadi paduan apik yang mencirikan kekhasan Indonesia. Ketika di kelas, saat meeting, saat berkegiatan dengan teman, bahkan saat konferensi di berbagai negara saya biasanya mengenakan batik karena lebih unik, simple, dan Indonesia banget.  
Hari Batik 2016 di University of Birmingham

Batik semakin mendunia, dari Indonesia ke empat benua. Batik semakin dikenal masyarakat mancanegara, semoga makin banyak diekspor sebagai salah satu produk unggulan yang dapat bersaing di level internasional. Mimpi saya, semoga kelak saya dapat membawa batik ke benua Afrika. Semoga makin banyak orang yang mencintai batik karena sebaik-baik masyarakat adalah mereka yang mencintai produk buatan sendiri. Batik memang unik, otentik, dan terbaik! 
Janu Muhammad berbatik di Inggris
Tim PPI-MIB Percaya Diri Memakai Batik